Sabtu, 09 Maret 2013

PRODUKSI BUNYI ( Aspek Fisiologis Bahasa)

Bunyi bersuara & tidak bersuara
Proses pembetukan bunyi bahasa dimulai dengan memanfaatkan pernafasan sebagai sumber tenaganya. Sumber tenaga itu berupa udara yang keluar dari paru-paru. Pada mulanya udara dihisap oleh paru-paru, kemudian dihembuskan sewaktu bernapas. Udara yang dihembuskan itu mengalami perubahan pada pita suara yang terletak pada pangkal tenggorokan. Arus udara yang keluar dari paru-paru itu dapat membuka kedua pita suara yang merapat sehingga mengakibatkan corak bunyi bahasa tertentu. Gerakan membuka dan menutup pita suara itu menyebabkan arus udara dan udara di sekitar pita suara itu berubah tekanannya dan bergetar.
Adapun, bunyi  yang dihasilkan dengan  cara  mempersempit glotis disebut  bunyi bersuara. Jika  glotis  terbuka lebar, aliran udara  leluasa melewati pita suara. Dalam keadaan demikian pita suara tidak bergetar dan tidak menimbulkan  suara. Bunyi yang dihasilkan disebut bunyi  tak bersuara.

  Anggota bunyi bersuara          : i, a, b, g, m
Anggota bunyi tak bersuara    : s, f, p, k

 Artikulasi aktif : alat ucap yang bergerak menuju alat ucap yang lain saat membentuk bunyi bahasa.
Artikulasi pasif : alat ucap yang dituju oleh artikulator aktif saat membentuk bunyi    bahasa, (misal gigi atas dan langit-langit). Pada pengucacapan huruf [t], lidah sebagai artikulator aktif dan gigi sebagai artikulator pasif.
4.      Bunyi geseran:  menghambat aliran udara sebagian, dan udara akan tetap mengalir melalui celah sempit yang dibentuk oleh artikulator aktif dan pasif. Bunyi yang dihasilkan antara lain: s dan z
-          Bunyi geseran labio-dental
Konsonan geseran labio-dental terjadi apabila articulator aktifnya adalah bibir bawah dan articulator pasifnya adalah gigi atas.Bunyi yang di hasilkan adalah [f, v].
-          Bunyi geseran lamino-alveolar
Konsonan geseran lamino-alveolar terjadi apabila articulator aktifnya adalah daun lidah ujung lidah sedangkan articulator pasifnya adalah gusi.Bunyi yang di hasilkan adalah [s,z]
-          Bunyi geseran dorso-velar
Konsonan geseran dorso-velar terjadi apabila articulator aktifnya adalah pangkal lidah dan articulator pasifnya adalah langit-langit lunak.Bunyi yang di hasilkan adalah [X].
-          Bunyi geseran laringal
Konsonan geseran laringal terjadi apabila articulatornya adalah sepasang pita suara.Udara yang melalui paru-paru pada waktu melewati glottis digeserkan.Glotis yang terbuka kemudian menghasilkan bunyi [h]

Bunyi paduan : paduan antara artikulasi letupan dan geseran. Aliran udara yang dihambat secara total diletupkan melalui celah sempit yang dibentuk oleh artikulator aktif dan pasif. Bunyi yang dihasilkan: c dan j

 Bunyi bilabial dan glotal:
Bilabial: mempertemukan kedua belah bibir yang bersama-sama bertindak sebagai artikulator dan titik artikulasi : [p], [b], [m] dan [w].
Glotal: konsonan yang dibentuk oleh posisi pita suara sama sekali merapat sehingga menutup glotis : [?]

Berdasar posisi  strukturnya (keadaan hubungan posisional artikulator aktif dan artikulator pasif )
Vocal [i] diucapkan dengan vokal tertutup (close vowels) yaitu vokal yang bentuk dengan lidah diangkat setinggi mungkin mendekati langit-langit. Vocal (a) diucapkan dengan lidah dalam posisi serendah mungkin (open vowels)

Vokal berdasarkan bentuk bibir saat vokal diucapkan.
Vocal [i]: Vokal tidak bulat/unrounded vowels (bibir tidak bulat dan terbentang lebar)
Vocal [a]: Vokal netral/neutral vowels (bibir tidak bulat dan tidak terbentang lebar)

Berdasarkan tinggi rendahnya lidah
Vocal [i]: Vokal tinggi, yaitu vokal yang dibentuk jika rahang bawah merapat ke rahang atas
Vocal [a]: Vokal rendah, yaitu vokal yang dibentuk jika rahang bawah dimundurkan lagi sejauh-jauhnya

Berdasarkan maju mundurnya
Vocal [i]: Vokal depan, yaitu vokal yang dihasilkan oleh gerakan naik turunnya lidah bagian depan lidah
Vocal [a]: Vokal tengah, yaitu vokal yang dihasilkan oleh gerakan lidah begian tengah

Sedangkan dalam pengucapan i dan a, yang bertindak sebagai artikulator aktif dan pasif yakni lidah sebagai artikulator aktif dan gigi sebagai artikulator pasif.
           
Huruf E
Berdasarkan tinggi rendahnya lidah, termasuk ke dalam vokal madya.
Berdasarkan lidah yang bergerak, termasuk kedalam vokal depan.
Berdasarkan strukturnya, termasuk kedalam vokal semi-tertutup.
Berdasakan bentuk bibir, termasuk kedalam vokal tak bulat

Huruf O
Berdasarkan tinggi rendahnya lidah, termasuk ke dalam vokalmadya.
Berdasarkan lidah yang bergerak, termasuk ke dalam vokal belakang.
Berdasarkan strukturnya, termasuk ke dalam vokal semi-tertutup.
Berdasakan bentuk bibir, termasuk ke dalam vokal bulat

Sedangkan huruf lainnya:
·         P : termasuk bunyi letupan atau plosif karena pada saat mengucapkan huruf ‘p’ terjadi penghambatan aliran udara secara total di bibir bagian atas dan bawah sehingga udara terhambat dan terciptalah suatu bunyi. Pada kasus ini adalah bunyi ‘p’
·         W : termasuk bunyi hampiran karena pada saat mengucapkan huruf ‘w’ artikulator saling mendekat namun tidak cukup sempit sehingga hampiran jatuh antara desis dan vokal. Artikulasi terpusat pada bagian lidah dan langit – langit
·         R : termasuk bunyi getaran karena pada saat mengucapkan huruf ‘r’ terjadi penggetaran daerah artikulasi aktif yakni bagian bibir dan lidah.
·         K : termasuk bunyi letupan atau plosif seperti bunyi ‘p’ karena pada saat mengucapkan huruf ‘k’ terjadi penghentian total aliran udara di langit – langit lunak sehingga udara terhambat dan terciptalah suatu bunyi. Pada kasus ini adalah bunyi ‘k’


SUMBER:
diunduh tgl 20 September pukul 19.04

0 komentar:

Posting Komentar

assalamualaikum..

hoihoi.. check it up my blog..

who's visited :)

hey check it up !!


VideoPlaylist
I made this video playlist at myflashfetish.com